Skip to main content

[CONTOH] Motivation Letter for YPL Golkar Institute


[CONTOH]
Motivation Letter for YPL Golkar Institute
7 Januari 2023
Rini Asriasni
Jl. Margonda..... (alamat)
0853...... (No.Hp/Tlp)
rini........@gmail.com (E-Mail)

Untuk perhatian: 

Saya Rini Asriasni, saat ini saya menempuh semester dua program magister di Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Indonesia. Sebelumnya, saya menyelesaikan program sarjana saya di Departemen Bahasa dan Sastra Inggris, UIN Alauddin Makassar. Selain kuliah, saya juga aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan dan saat ini dipercayakan sebagai Sekretaris di Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Indonesia.

Saat sekolah menengah atas, saya menyukai terlibat dalam pemilihan-pemilihan, seperti pemilihan ketua kelas dan ketua Organisasi Intra Sekolah (OSIS). Pada waktu tersebut, saya belum memahami bagaimana menjalankan strategi pemenangan, yang saya pahami hanyalah kerja nyata dan membangun relasi sebanyak-banyaknya. Hal tersebut pun berlaku saat menginjak dunia mahasiswa dan mengikuti pemilihan perwakilan mahasiswa di tingkat jurusan dan universitas. Bedanya, di perguruan tinggi, saya mulai memaham bagaimana strategi pemenangan yang baik.

Berangkat dari ketertarikan tersebut serta bagaimana lingkungan saya membangun mindset saya tentang minat dan masa depan, saya kemudian melanjutkan untuk belajar dan mengkaji tentang politik yang saya fokuskan pada perempuan. Saya mulai membangun wacana saya tentang woman empowerment dan mengkorelasikannya dengan isu lingkungan, yang saya angkat dalam skripsi dengang menggunakan pendekatan Ekofeminisme. Saya juga berencana untuk melanjutkan kajian tersebut menjadi thesis.

Berdasarkan bagaimana saya membuat pola dalam hidup saya, saya menyadari keinginan dan tujuan besar saya untuk terjun ke dunia politik dengan membawa nama perempuan sebagai agen penyelamat lingkungan. Saya bermimpi untuk menjadi bagian dari salah satu perempuan di dunia yang berpidato dan mengkampanyekan isu-isu perempuan dan lingkungan di konferensi dunia. Saya ingin menjadi bagian dari menciptakan ruang aman bagi perempuan dan menjaga dunia dalam keadaan iklim yang stabil.

Belajar sebanyak-banyaknya serta pemilihan tempat belajar yang tepat menjadi fokus saya. Olehnya, saya tertarik mengikuti Young Politic Leader Batch 11 yang diadakan Golkar Institute setelah melihat fokus yang dibangun oleh Golkar Institute memiliki kesamaan dengan fokus  saya. Olehnya, saya merasa kegiatan ini akan memberikan manfaat buat saya secara pribadi dan secara khususnya dapat merealisasikan output sesuai target bagi kegiatan YPL Batch 11 ini.

Besar harapan saya bisa menjadi bagian dari YPL Batch 11 oleh Golkar Institute. Apabila terdapat pertanyaan lebih lanjut, saya dapat dihubungi pada kontak tertera dibagian header. Terima kasih. 

Salam,
Rini Asriasni

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Esai Rencana Studi dan Kontribusi untuk Indonesia Beasiswa LPDP

Sumber: Pinterest Angin segar, Beasiswa Pendidikan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kembali buka nih. Banyak banget pertanyaan yang muncul seputar beasiswa ini khususnya bagaimana sih cara buat esai nya atau Komitmen kembali ke Indonesia dan rencana kontribusi di Indonesia pasca studi yang panjang itu loh. Tidak panjang-panjang amat kok, heheh. Oh iya, untuk tulisan yang aku share ini cuma hanya sekedar contoh untuk memantik teman-teman, jadi sifatnya bukan yang paling bener ya. Teman-teman bisa buat yang lebih bagus lagi. Tulisan ini aku tulis saat akan mendaftar Beasiswa LPDP Tahap I di tahun 2021 dan mengantarkan kelulusanku sampai selesai tahap wawancara, masih fresh nih hihihi. Check this out ..... Indonesia Tanggungjawab Kita “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” - Ir. Soekarno (Bapak presiden pertama Republik Indonesia). Begitulah kalimat legendaris dari seorang yang legenda...

The Beauty Myth (Naomi Wolf) dan Unpretty (TLC): Bercerminlah di Mata Kekasih

Oleh: Rini Asriasni  (Alumni UIN Alauddin Makassar) Cantik atau ganteng kerap menjadi tujuan di saat membeli produk-produk seperti pakaian, make up, skin care, dan lain sebagainya. Namun faktanya, pelabelan atas tujuan tersebut hanya dialamatkan untuk perempuan saja. Lalu pertanyaanya, laki-laki ingin terlihat seperti apa ketika membeli produk-produk tersebut? Sadar atau tidak, laki-laki dan perempuan berada di posisi yang sama. Mereka terjebak pada posisi mengusahakan diri mereka, pasangan mereka, terlihat cantik dan ganteng. Bersamaan dengan posisi tersebut, perusahaan make over mempropagandakan produk mereka dengan membangun stigma melalui iklan di Televisi, majalah, dan sosial media yang dengan mudah dijangkau konsumen. Akibatnya, laki-laki dan perempuan menjadikan apa yang dilihatnya di TV, majalah, dan sosial media tersebut sebagai contoh tolak ukur cantik atau ganteng. Inilah kemudian yang dikritik oleh TLC dalam judul lagunya Unpretty dan didukung oleh pernyata...